Manfaat Makanan Jadul Bagi Anak

Manfaat Makanan Jadul Bagi Anak. Tulisan ini tidak akan membahas makanan jaman dulu dari sisi kandungan bahan bakunya, Namun akan kita sampaikan manfaat dari sisi lain, sebagai edukasi penting bagi anak-anak tercinta.

Manfaat Makanan Jadul Bagi Anak
Sumber: Majalah Kartini Online

Jadi, tulisan ini bukan merupakan saran profesional yang mengacu kepada tingkat literatur tertentu. Hanya merupakan sharing pengalaman personal penulis untuk tujuan dibagikan kepada pembaca NONI.web.id.

Disclosure

Dengan tanpa bermaksud “mengecilkan” keberadaan “makanan modern”, tulisan ini mengambil ide dari adanya dekandensi moral anak-anak, terutama yang berkaitan dengan perilakunya dalam keseharian. Dimana sangat mungkin, salah satu sumbernya berasal dari keberadaan jajanan masa kini, termasuk kemasan dan sebagainya.

Contohnya, beberapa anak (keponakan kami), menjadi berperilaku secara instan, dalam beberapa hal, misalkan jika memiliki keinginan, seolah-olah mendapatkan sesuatu tanpa berlangsungnya sebuah proses, sehingga banyak orang tuanya yang mengeluh tidak bisa meengajarkan sebuah proses terkait sebuah keinginan.

Orang tua mana yang tidak memujudkan keinginan anaknya, jika itu masih dalam kemampuan dan baik, pastilah dikabulkan, bukan begitu Bapak, Ibu?. Namun bukan itu poin pentingnya, apalagi jika anak sedang dalam masa perkembangan psikis, tentunya proses-proses yang dapat menjadi sebuah edukasi dimasa depan, menjadi amat sangat utama.

Manfaat Makanan Jadul Bagi Anak — Perbedaan yang paling signifikan dengan jajan milenial ada pada kemasan serta cara mendapatkannya. Sekarang jajanan serba sudah jadi dalam kemasan, cara mendapatkannya pun, cukup cepat, pergi ke mall atau tempat penjual tertentu, dalam sekejap jajanan sudah ada ditangan anak.

Berbeda dengan makanan jadul, jaman kita dulu, sering diajarkan orang tua (terutama anak perempuan), untuk bersama-sama membuat makanan/jajanan harian. Mungkin tidak ada yang istimewa dengan makanannya, namun pembelajaran proses dari mencari bahan, membutnya bersama, menjadikan nilai tertentu yang berkaitan dengan sebuah proses seperti disampaikan diatas.

Harapannya, dengan membiasakan kepada anak untuk membuat makanan sendiri dirumah, akan bisa mengajarkan manfaat dari sebuah proses dan pencapaiannya, sehingga kedepan dapat menjadi pribadi yang tangguh serta bertanggung jawab.

So… luangkan waktu untuk membuat makanan / jajanan jadul dirumah, minimal satu bulan sekali. Semoga manfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *